Kamis, 01 Maret 2012

Broken Heart


Tuhan...
Ini ya rasanya patah hati? Sulit bernafas, berusaha senyum, tapi yang muncul hanya sebuah seringai. Nafsu makan hilang, yang kuinginkan hanya menulis, menulis, dan menulis. Menumpahkan segala isi hati.
Tuhan...
Hanya lewat tulisan ini aku bisa berbagi rasa sakit. Perihnya terasa sampai ke ulu hati. Aku tau, ia milikMu selamanya, tapi bisakah ia kupinjam selama sisa hidupku di dunia?
Tuhan...
Beritau aku apa itu arti mencinta. Apakah ketika kita bahagia melihat dia yang kita sayang bahagia bersama orang lain? Betapa sulit mencinta kalau begitu.
Fakta bahwa ia memilih seseorang yang lain dan bukannya aku, hanya sepersekian menyakitkannya dibandingkan kenyataan bahwa ia tidak mempercayai aku sebesar dulu, kenyataan bahwa aku bukan lagi seorang yang akan dia bagikan kebahagiaan bersamanya, bahwa kemisteriusan kata-katanya –yang tidak bisa disebut kejujuran—berhasil membuatku jadi setengah gila, atau fakta bahwa aku –tidak tau sejak kapan—telah jatuh hati padanya. Dan aku tak tau sampai kapan perasaan ini akan bertahan.

0 komentar:

Posting Komentar