Kamis, 30 Desember 2010

Lullaby Yang Hilang


Pernahkah membayangkan
Lullaby itu dimainkan
Sungai yang mengalir dalam dirimu
Jemari menari di atas tuts
Melodinya bergaung ke seluruh ruang
Hanya untukmu

Pernahkah bermimpi
Pangeran negeri dongeng
Mengajakmu terbang ke dunia khayal
Meninggalkan tempatmu berpijak
Dunia fana
Tempat mimpi terasa hampa

Pernahkah terfikir
Kanvas kosong
Mengisi langit
Dan langit
Diisi cinta
Yang warnanya melebihi cahaya
Menimbulkan melodi
Yang beralaskan Lullaby

Karna cinta tidak peduli
Tidak juga memilih
Atau lelah menanti
Atau habis terkikis
Bagai karang terkikis ombak
Atau tidak juga karam
Sebagaimana ombak menenggelamkan perahunya

Biarkan cinta lepas
Seperti mana mestinya
Biarkan ia tersenyum
Dan pergi tanpa kata
Jika memang sudah waktunya

Dan saat itu tiba
Kan kau rasa semakin kuat
Dirimu yang baru
Yang diisi dengan melodi
Oleh cinta yang tak kalah khusus
Oleh bintang yang tak kalah terang
Oleh matahari yang tak kalah cemerlang

Walau tak sama seperti dulu
Ya, Pangeran itu sudah berlalu
Kembali ke dunia fana
Bintang yang sama
Tak akan kembali
Tuk yang kedua kali

River Flows In You


River Flows In You

Ingatkan aku
Katika melodi itu menghantamku
Jauh ke dalam
Lebih jauh ke dalam

Nada yang mengalun
Terasa lebih indah
Suara piano yang mengalir
Bagai sungai dalam hatiku

Kau mainkan lagi
Sebuah melodi
Kau mainkan lagi
Sebuah harmoni
Kau mainkan lagi
Lagu yang kusukai
Kau mainkan lagi
Tanpa tahu arti

Cinta Itu..


Cinta itu..

Cinta itu
Saat engkau setia
Menunggu seseorang
Yang tidak pernah datang

Menurutku
Cinta itu
Bagai angin lalu
Yang datang dan  pergi
Tanpa pamit

Cinta itu
Ketika dua perasaan
Menjadi satu, karena
Tak dapat berdiri sebuah cinta
Tanpa cinta yang lain

Sepeti aku
Yang tak mengenal cinta
Karena tak dapat bersatu
Karna hanya  Aku
Dan Kau, dan  Dia
Menjadi satu